Profil

Pendidikan Alternatif bersama Masyarakat RW 09 Samoja Kosambi Bandung.

bandung peduli dan kalyanamandira

Pada tahun 2003-2004, Yayasan Bandung Peduli bekerjasama dengan Yayasan kalyANamandira terlibat dalam program World Food Programmes (WFP) dan SWMP di Kelurahan Samoja Bandung. Program ini diantaranya pemenuhan kebutuhan gizi balita dan pengolahan sampah yang dihasilkan sehingga menjadi bermanfaat.

Pada tahun 2005, muncul ide dari salah satu masyarakat Samoja untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar untuk anak-anak disana. Atas inisiatif dari kalyANamandira dan masyarakat Samoja, maka dibentuklah “Rumah Belajar Samoja”.

Tujuan Umum Rumah Belajar
  • Mengembangkan pendidikan kritis untuk meningkatkan daya kritis dan kreatif masyarakat dalam mengubah kehidupannya.
  • Mengembangkan pendidikan kritis untuk meningkatkan keterlibatan dan posisi tawar masyarakat dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupannya.
  • Mengembangkan berbagai media dan metode partisipatif yang mendorong proses pendidikan kritis melalui pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
  • Mengembangkan komunitas pendidikan di pemukiman dan penyelenggara pendidikan dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pendidikan.
  • Menjadi Stakeholder pendidikan di wilayah Bandung.

Kegiatan Rumah Belajar

  • Belajar Bhs. Inggris pada hari Sabtu
  • Belajar Matematika pada hari Minggu
  • Menyediakan buku sebagai bahan bacaan anak
  • Study banding ke tempat yang melakukan kegiatan serupa
  • Mengembangkan metode dan media belajar yang menyenangkan
  • Diskusi masalah pendidikan setiap hari Rabu di KalyANamandira

DESKRIPSI KEGIATAN BAHASA INGGRIS

Dalam hal pemberian materi, kami memang tidak terlalu menomorsatukan, kami hanya melengkapi apa yang diberikan sekolah dengan menggunakan cara yang sedikit berbeda, dengan memakai cara yang membuat anak–anak betah, senang, dan mau belajar.
 Dalam kegiatan yang kami lakukan, kami banyak menggunakan metode permainan, ceramah dan diskusi.

Metode permainan kami pakai supaya si anak marasa senang untuk belajar dan menerima pelajaran, karena kami berpendapat, bahwa agar anak dapat menyerap pelajaran. Maka kondisi si anak harus dalam keadaan senang terlebih dahulu. Tapi dalam Games tersebut kami selalu memasukan unsur – unsur materi yang akan diberikan, tidak hanya sekedar games untuk membuat suasana senang.

Metode ceramah kami pakai dalam pemberian materi, bagaimanapun juga metode ini penting karena si anak sudah terbiasa dengan metode ini.
 Metode diskusi kami pakai untuk lebih mendalami materi yang diberikan oleh pengajar, si anak berinteraksi dengan teman yang lainnya untuk lebih mendalami materi dan untuk lebih mengakrabkan dengan temannya yang lain.

Selain pemberian materi, kami juga berusaha untuk membentuk dan menumbuh kembangkan rasa percaya diri anak – anak, yang paling menonjol yang kelihatan dari anak- anak yaitu dalam hal perubahan sikap selama kegiatan berlangsung; keberanian untuk bertanya, jika ada yang kurang dimengerti, keberanian untuk mengemukakan ide/pendapat mereka, berdiskusi dengan teman yang lain, dan perubahan itulah yang kami hargai karena dapat menumbuhkembangkan sikap percaya diri pada diri anak – anak.

Selain perubahan rasa percaya diri, dalam masalah tanggung jawab dan kedisiplinan, terdapat perubahan perilaku yang asalnya malas untuk mengerjakan tugas, tapi sekarang mereka dengan sukarela dan tanpa paksaan mengerjakan tugas-nya.

DESKRIPSI KEGIATAN MATEMATIKA

Kegiatan matematika ini kami kemas sedemikian rupa dengan tujuan untuk merubah pandangan anak terhadap matematika. Matematika dianggap sesuatu yang menyeramkan oleh kebanyakan anak, matematika identik dengan susah, gurunya serem, dll. Kami disini mencoba untuk merubah pandangan tersebut.

Untuk itu kami berusaha mengembangkan berbagai metode dan media yang menyenangkan bagi anak, juga yang paling penting anak dapat memahami materi yang disampaikan. Metode yang pernah kami coba adalah sbb:
  • Ular Tangga Matematika 1 (dunia bilangan); Merubah pandangan anak terhadap matematika.
  • Role Play (aritmatika sosial);
 Mampu memahami dan menggunakan operasi bentuk aljabar dalam teransaksi keuangan sehari-hari, membuat keputusan rencana ke depan.
  • Outdoor (himpunan);
 Memahami pengertian himpunan, membedakan macam dan jenis himpunan, dapat menyatakan contoh himpunan yang dekat dengan kehidupannya.
  • Membuat Maket Rumah 3D (perbandingan, skala); Menggunakan konsep perbandingan dan skala untuk membuat maket rumah 3D.
  • Simulasi Test; 
Menguji sampai sejauh mana materi yang dapat diterima siswa dengan simulasi mencari petunjuk.
  • Membuat Klinometer Sederhana (sudut), membuat sendiri alat pengukur tinggi tiang, dll yang menyangkut sudut.

Metode-metode tersebut di atas secara berangsur-angsur dapat mengubah pandangan anak terhadap matematika, dan anak tampak senang belajar matematika.

Seluruh pengajar di rumah belajar ini adalah sukarelawan. Sebagian besar adalah mahasiswa, dan sebagian lagi adalah ‘alumni’ siswa dampingan kalyANmandira, pada saat masih melakukan dampingan di beberapa sekolah menengah atas di Kota Bandung. Blog ini didedikasikan untuk merekam pengalaman dari lapangan, agar pengalaman ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami:

Wawan
Jl. Kliningan III No. 9B
Buah Batu Bandung
Telp. 022 732 3003
Reblog this post [with Zemanta]